Laman

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Oktober 2015

Puisiku



Rindu Terlarang

Sekian windu tiada bertemu
Untuk kesekian kalinya
Tiada terlintas rupamu
dalam mataku

Kini
Waktu mempertemukan kita
Disaat kita membangun mahligai-mahligai keluarga

Sayang,
Cintamu, Cintaku, Cinta kita
telah usang

Rinduku, Rindumu, Rindu kita
adalah rindu terlarang

Persetan dengan rindu
Persetan dengan cinta,
Karena sesungguhnya
Kasihmu
Kasihku
Kasih kita
telah hilang ditelan waktu

Selasa, 05 Maret 2013

Malaikat-malaikat Kecilku

Malaikat-malaikat kecilku..,
Hadirmu adalah kebahagiaan kami
Anugerah terindah karunia Illahi

Malaikat-malaikat kecilku
Tumbuhlah kalian dengan keceriaan
Cepatlah besar malaikat-malaikat kecilku

Jadilah kalian kebanggaan kami semua
Penghias surga kecil kami
Pelita kami di kala mendung datang

Malaikat-malaikat kecilku,
Kepada kalian harapan kami sandarkan
Jadilah yang terbaik
Kapan pun dan di mana pun kalian berada

Rabu, 13 Februari 2013

Derai-Derai Cemara

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
 
                              (Chairil Anwar)

Senja di Pelabuhan Kecil

buat: Sri Ajati 
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
 
                                                (Chairil Anwar)

Cintaku Jauh di Pulau

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
 
                                               (Chairil Anwar)

Sajak Putih

 Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah 
 
                                   ( Karya : Chairil Anwar )

Minggu, 23 September 2012

Pengobat Rindu

Meski hanya 10 menit bertemu
Dalam rentetan singgah di perjalananku
Namun, cukup bagiku
Tuk menjadi pengobat rinduku.

Selasa, 18 Oktober 2011

Deru Campur Debu

 
ia masih mau hidup seratus tahun lagi
tapi raga memang rapuh
lebih seperempat abad lalu ia pergi
hanya karya-karyanya yang kini masih tinggal
dan juga,
semangatnya yang garang menggelegak...

kita butuh semangat macam itu
kejalangan, kadang harus ada
dan memang,
harus tetap ada...

Agar tinju bisa tetap terkepal
dan lengan bisa tetap teracung...
 
Source : http://www.goodreads.com/book/show/5197532-deru-campur-debu 

Deru Campur Debu

Deru Campur Debu
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books

Deru Campur Debu

 
ia masih mau hidup seratus tahun lagi
tapi raga memang rapuh
lebih seperempat abad lalu ia pergi
hanya karya-karyanya yang kini masih tinggal
dan juga,
semangatnya yang garang menggelegak...

kita butuh semangat macam itu
kejalangan, kadang harus ada
dan memang,
harus tetap ada...

Agar tinju bisa tetap terkepal
dan lengan bisa tetap teracung...(less)


Source : http://www.goodreads.com/book/show/5197532-deru-campur-debu